Berita Dan
Acara Terkini

Shai be Laban: Teh Susu Khas Mesir

Shai be Laban, Teh khas Mesir yang bisa dibuat dengan krimer

Banyak sekali variasi minuman teh susu di berbagai penjuru dunia. Negara Inggris memiliki earl gray dengan sepercik susu, India membanggakan chai-nya yang kaya rempah, Asia Tenggara (Malaysia, Singapura, Indonesia) mempunyai teh tarik, maka Kawasan Timur Tengah memiliki Shai be Laban (secara harfiah berarti “teh dengan susu”).

Sejarah Teh di Mesir

Konsumsi teh telah menjadi identitas Mesir dan melekat sangat kuat pada budayanya sejak dulu. Teh dapat dinikmati bersama teman-teman atau keluarga, dihidangkan setelah menyantap makanan, atau dinikmati sendiri di momen yang damai. Berbeda dengan budaya teh di Inggris atau Cina yang biasa dikonsumsi di waktu spesifik atau saat upacara tertentu, teh di Mesir merupakan kebutuhan sehari-hari yang dapat dikonsumsi oleh siapa saja dan kapan saja. Bahkan, teh merupakan minuman termurah kedua di Mesir setelah air putih.

Teh merupakan simbol keramahan, persahabatan, dan relaksasi, yang mencerminkan apresiasi mendalam masyarakat Mesir terhadap kebahagiaan sederhana.

Teh pertama kali tiba di Mesir pada abad ke-16 dan kemudian dikenal luas oleh setiap orang dari berbagai golongan sosial dan ekonomi di mesir di abad ke-19. Teh di Mesir dikenal dengan nama shai dan menjadi minuman nomor satu, lebih dari kopi. Mesir mengkonsumsi 65.000 hingga 75.000 ton daun teh per tahun dengan konsumsi rata-rata 800 hingga 1.000 gram per kapita. Karena Mesir bukan negara penghasil daun teh, kebutuhan teh mereka diimpor dari negara lain, terutama dari Sri Langka dan Kenya.

Orang Mesir secara umum menikmati minuman teh dengan berbagai variasinya. Masyarakat Mesir Atas (di bagian Selatan) menggemari saidi’, teh hitam yang direbus dengan air panas dalam waktu lama. Teh ini lebih berat dan lebih pahit daripada koshari yang dikonsumsi oleh masyarakat Mesir di bagian utara, yang airnya direbus terlebih dahulu sebelum menambahkan teh, terkadang dengan gula dan daun mint (na’na’).

Penyajian teh dengan menambahkan daun mint segar serta gula baik untuk koshari dan saidi’ dikenal dengan nama shai bil nana.

Selain itu, sajian teh dengan menambahkan susu (shai be laban) juga menjadi pilihan populer yang biasa disajikan bersama dengan makanan ringan atau biskuit rumahan.

Mengenal Shai be Laban

Shai be laban adalah minuman tradisional Timur Tengah yang populer di Sudan dan Mesir yang mencampurkan teh dengan susu. Pembuatan shai be laban dilakukan dengan menyeduh teh hitam dan mencampurkannya dengan susu panas, yang menyerap sedikit rasa getir zat tanin dalam teh, dan menghasilkan rasa yang lebih kaya, manis, dan lembut.

Menambahkan susu pada minuman teh merupakan kebiasaan yang diadaptasi oleh orang Mesir dari tradisi minum teh Inggris yang menambahkan sedikit susu pada minumannya. Pada perkembangannya, bangsa Mesir mengadaptasi kebiasaan ini menjadi tradisi yang lebih sesuai dengan kebiasaan lokal dengan turut menambahkan gula, madu, atau rempah-rempah pada teh hitam.

Metode tradisional pembuatan shai be laban adalah dengan mencampurkan teh hitam strong yang diseduh dengan susu yang telah lebih dulu dipanaskan. Kita juga dapat mencoba menggunakan krimer sebagai alternatif susu untuk mendapatkan tekstur lebih creamy dan kental.

Cara Pembuatan Shai be Laban dengan Krimer

Berikut adalah cara pembuatan Shai be laban: Extra Creamy Blend dengan menggunakan krimer bubuk:

  • Waktu Persiapan: 5 menit
  • Waktu Memasak: 10 menit
  • Porsi: 2 cangkir

Bahan-Bahan:

  • 2 cangkir air (sekitar 400 ml)
  • 2-3 sendok teh teh hitam bubuk berkualitas (atau 2 kantong teh hitam)
  • 3-4 sendok makan krimer SPK (sesuaikan dengan tingkat kepekatan yang diinginkan)
  • 2 sendok makan gula pasir (atau sesuai selera)

Rempah Otentik (Opsional):

  • 3 butir kapulaga hijau (memarkan sedikit)
  • 1 butir cengkeh
  • 1 ruas kecil kayu manis (jangan terlalu banyak agar tidak mendominasi)

Cara Membuat:

1. Rebus teh dan rempah:

Masukan air, teh hitam, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis ke dalam panci kecil. Masak di atas api sedang hingga mendidih.

2. Ekstraksi aroma:

Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan teh mendidih perlahan (simmer) selama 3-5 menit. Langkah ini penting agar warna teh menjadi pekat dan aroma rempah keluar dengan maksimal.

3. Larutkan krimer & gula:

Masukkan gula pasir dan krimer SPK langsung ke dalam panci. Aduk cepat menggunakan whisk atau sendok hingga seluruh bubuk larut sempurna dan tidak ada yang menggumpal.

4. Pematangan:

Biarkan teh mendidih kembali selama 1 menit setelah creamer masuk agar teksturnya menyatu sempurna (well-blended) dan menghasilkan lapisan buih halus di permukaannya.

5. Penyajian:

Matikan api, saring teh langsung ke dalam cangkir saji. Shai be laban hangat yang creamy siap dinikmati!

Sentuhan Modern pada Tradisi Lama

Shai be laban membuktikan bahwa teh susu adalah bahasa universal yang menyatukan berbagai budaya. Di Mesir, minuman ini mengandalkan karakteristik susu segar lokal yang gurih untuk mengimbangi pekatnya teh hitam. Dalam konteks pembuatan yang lebih praktis atau adaptasi rasa, krimer SPK hadir sebagai solusi yang tepat. Karakteristik krimer SPK yang menyerupai susu mampu memberikan dimensi kelezatan serupa, menciptakan esensi dari secangkir shai bil laban yang dikreasikan ulang dengan sentuhan modern yang akrab di lidah kita.

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Resep Terbaru