Hari kasih sayang umumnya identik dengan makan malam yang mewah. Tapi bagi banyak orang, momen ini sebenarnya lebih mengenai comfort food. Comfort food merupakan makanan yang memberi rasa nyaman dan kehangatan emosional. Semangkuk mi instan, sepotong cokelat, atau pasta keju dapat terasa lebih lezat dan menggiurkan saat kita merayakan kasih sayang. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Comfort food dan kenangan masa kecil
Psikolog dari University of Oxford yang merupakan penulis dari psikologi comfort food, Charles Spence, menyebutkan bahwa comfort food secara sadar atau tidak sadar diasosiasikan dengan pengalaman positif dan menyenangkan. Makanan ini bisa jadi diberikan kepada mereka saat masih kecil dalam kasih sayang orang tua sehingga ketika dewasa, mereka akan kembali ke comfort food saat merasa terancam secara emosional atau mendambakan kebahagiaan. Itulah mengapa comfort food sering dikaitkan dengan nostalgia dan kenyamanan.
Ciri-ciri comfort food
Comfort food umumnya adalah makanan yang mudah dibuat atau didapat, sering dikaitkan dengan perayaan, serta mengandung banyak gula dan karbohidrat sehingga tinggi kalori. Comfort food biasa memiliki aroma hangat dan gurih yang berhubungan dengan kenyamanan, serta memiliki tekstur seperti lembut atau renyah yang ditafsirkan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Selain itu faktor sosial budaya juga menjadi menentukan comfort food kita masing-masing, misalnya sajian yang merupakan tradisi turun temurun dalam keluarga yang selalu kita kenang dan hargai.
Sains dari comfort food
Konsumsi comfort food disebutkan dapat memberi ‘penghargaan’ kepada otak. Hal itu terjadi karena terdapat area di otak yang disebut sebagai hedonic hotspot, yang merupakan subwilayah spesifik yang meningkat perasaan yang mengidamkan rasa yang menyenangkan seperti karbohidrat, lemak, dan garam. Hal ini akan memicu lonjakan dopamin, neurotransmitter yang terkait dengan kesenangan dan imbalan, yang akan meningkatkan hasrat untuk mencari dan menikmati makanan lezat.
Dopamin berperan besar dalam mempengaruhi mood, motivasi, serta kecenderungan untuk mencari imbalan. Beberapa studi menyebutkan jenis makanan yang disebut makanan ‘hyper-palatable’ dapat memicu emosi kesenangan yang kuat. Otak akan memotivasi kita untuk terus menerus mengejar obyek ini. Makanan hyper-palatable biasanya manis, asin, dan kaya rasa serta mudah dicerna. Makanan ini meningkatkan pelepasan hormon insulin, kortisol (hormon stres), dan leptin (hormon lapar). Mengidam makanan atau rasa tertentu adalah hasil dari peningkatan hormon-hormon tersebut.
Mengkonsumsi karbohidrat juga dapat meningkatkan kadar serotonin. Serotonin sendiri adalah senyawa kimia dan hormon yang mempengaruhi suasana hati, tidur, nafsu makan, dan fungsi kognitif. Sering disebut sebagai hormon bahagia, serotonin menjaga emosi kita agar tetap stabil dan mencegah stres serta depresi.
Comfort food hari Valentine
Menikmati comfort food di hari Valentine merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi pasangan yang sedang jatuh cinta. Ada beberapa jenis comfort food populer di hari kasih sayang ini, berikut daftarnya.
1. Pasta
Pasta merupakan pilihan populer untuk hidangan santap malam di hari Valentine. Hidangan ini banyak dipilih karena selain rasanya yang lezat, pasta menawarkan banyak pilihan cara penyajian serta kaya akan rasa yang dapat disesuaikan dengan selera Anda dan pasangan, mulai dari pasta dengan rasa saus yang pekat seperti Bolognese, hingga sajian pasta yang creamy seperti Alfredo Fettuccini.
2. Cokelat
Comfort food ini tentu sudah tidak asing lagi. Cokelat selalu menjadi ciri khas utama di hari Valentine di banyak negara di dunia. Cokelat merupakan mood booster yang saat dikonsumsi dapat melepaskan endorpin, serotonin, dan feniletilamin (kimia cinta). Tekstur lembut, rasanya yang pekat dan kaya, serta asosiasinya terhadap percintaan, membuat cokelat menjadi pemberian emosional yang istimewa yang menghadirkan kesenangan sensori dan intimasi.
3. Steak
Steak adalah makanan yang sering dihidangkan saat makan malam di hari kasih sayang. Menu steak menggambarkan kemewahan tetapi tetap terasa nyaman. Di barat, memasak steak di malam Valentine sering dilakukan saat makan malam di rumah sehingga terasa lebih spesial, menghindari tekanan dan keramaian bila makan di restoran. Pilihan steak seperti hidangan tenderloin Steak au Poivre hingga ribeye yang yang secara khusus dipotong berbentuk hati.
Tambahkan krimer pada comfort food Valentine Anda!
Memanjakan diri Anda dan pasangan dengan hidangan seperti Pasta Alfredo yang creamy atau secangkir cokelat panas kental adalah cara paling jujur untuk merayakan kasih sayang melalui science of comfort. Tekstur lembut dan rasa yang kaya dari hidangan ini terbukti secara biologis mampu meredakan stres dan meningkatkan suasana hati. Namun, kunci utama untuk mencapai tingkat emosional yang sempurna terletak pada kualitas bahan yang digunakan.
Dengan menambahkan krimer berkualitas tinggi, Anda tidak hanya memberikan sentuhan tekstur yang lebih velvety dan gurih pada pasta atau cokelat Anda, tetapi juga menciptakan pengalaman kuliner yang lebih mewah di lidah. Jadi, pastikan Valentine kali ini lebih istimewa dengan memilih krimer terbaik untuk menyempurnakan setiap momen comfort food Anda.


